About the Journal

LOBO (“the meeting place”) is a consortium of anthropologists, historians, linguists and human geographers working with the peoples of Central Sulawesi to provide accessible scholarship about the region. We define this region loosely and include parts of the provinces of Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan and Sulawesi Barat.

Announcements

Kerajaan Mori

2022-04-19
Vol. 3 No. S2 (2019)

Dalam edisi ini LOBO menerbitkan 3 artikel tentang kerajaan Mori. Artikel-artikel ini menceritakan kontak awal antara pangeran Mori, Marunduh, dan tokoh kolonial Belanda dalam narasi orang pertama. Artikel-artikel tersebut adalah:

"Dari Poso ke Mori" (1899) oleh dua misionaris N. Adriani dan A.C. Kruyt.

"Buku Harian Harian Perjalanan dari Tojo ke Mori (Sulawesi Tengah), dan Kembali ke Danau Poso" (1906) oleh pejabat Hindia Belanda F.R. Maengkom.

"To Mori dari Tinompo" (1924) sebuah etnografi oleh misionaris Jan Kruyt, putra A.C. Kruyt.

Read more about Kerajaan Mori

Current Issue

Vol. 8 No. S5 (2024): Di antara Pengayau di Sulawesi Tengah Jilid I
					View Vol. 8 No. S5 (2024): Di antara Pengayau di Sulawesi Tengah Jilid I

Albert Grubauer (1869–1960) adalah seorang pengusaha terdidik dari Passau, Jerman. Ia adalah seorang pemburu harta karun yang melakukan beberapa ekspedisi ke kepulauan Indonesia untuk mencari barang-barang etnografi (“barang antik”) untuk dijual ke museum-museum di Eropa. Terinspirasi oleh keberhasilan ekspedisi Prof. Sarasin ke Sulawesi, para direktur Museum Etnografi Berlin mensponsori ekspedisi Grubauer pada tahun 1911-1912. Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Hindia Belanda (termasuk pengawal militer untuk membantunya dalam pengumpulan barang), ia menjelajahi Sulawesi, mengumpulkan lebih dari 1200 barang dan mengambil lebih dari 500 foto. Barang-barang ini sekarang tersebar di museum-museum di Belanda, Jerman, Rusia, dan Swedia. Ia menerbitkan narasi perjalanan dengan 322 foto, “Di antara Pengayau di Sulawesi Tengah: Eksplorasi Etnologi di Sulawesi Selatan dan Tengah,” pada tahun 1913, yang merinci konteks di mana ia memperoleh barang-barang tersebut. Meskipun ia mengaku diri sebagai seorang profesor, tidak ada bukti penunjukan akademis. Kunjungannya ke pulau itu begitu cepat sehingga sebagian besar pengamatan etnografisnya tidak memiliki nilai yang berarti. Namun, buku ini tetap menjadi dokumentasi tentang bagaimana koleksi artefak Sulawesi Tengah oleh orang Eropa dikumpulkan, dan tentang motivasi rasis para kolektor tersebut.

Peringatan: Kekerasan Grafis · Konten Seksual Eksplisit · Ujaran Kebencian · Informasi yang Salah/Disinformasi

Published: 2026-04-02
View All Issues

 Jurnal ini merupakan sarana publikasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan di bidang antropologi, sosiologi, sejarah dan ilmu-ilmu terkait. Jurnal ini menyajikan artikel hasil penelitian, gagasan konseptual, metode, serta kajian dan aplikasinya tentang Sulawesi Tengah. LOBO ditujukan untuk ilmu pengetahuan sebagai referensi yang dapat di akses oleh kalangan peneliti, mahasiswa, dan khalayak umum.