Tentang Jurnal Ini

Jurnal kami, Lobo: Annals of Sulawesi Research, merupakan sarana publikasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan di bidang antropologi, sosiologi, sejarah dan ilmu-ilmu terkait. Jurnal ini menyajikan artikel hasil penelitian, gagasan konseptual, metode, serta kajian dan aplikasinya tentang Sulawesi Tengah. LOBO ditujukan untuk ilmu pengetahuan sebagai referensi yang dapat di akses oleh kalangan peneliti, mahasiswa, dan khalayak umum.

Informasi

Kerajaan Mori

2022-04-19
Vol. 3 No. S2 (2019)

Dalam edisi ini LOBO menerbitkan 3 artikel tentang kerajaan Mori. Artikel-artikel ini menceritakan kontak awal antara pangeran Mori, Marunduh, dan tokoh kolonial Belanda dalam narasi orang pertama. Artikel-artikel tersebut adalah:

"Dari Poso ke Mori" (1899) oleh dua misionaris N. Adriani dan A.C. Kruyt.

"Buku Harian Harian Perjalanan dari Tojo ke Mori (Sulawesi Tengah), dan Kembali ke Danau Poso" (1906) oleh pejabat Hindia Belanda F.R. Maengkom.

"To Mori dari Tinompo" (1924) sebuah etnografi oleh misionaris Jan Kruyt, putra A.C. Kruyt.

Baca lebih lanjut tentang Kerajaan Mori

Terbitan Terkini

Vol 9 No S3 (2025): To Loinang (Saluan) Dari Semenanjung Timur Celebes
					Lihat Vol 9 No S3 (2025): To Loinang (Saluan) Dari Semenanjung Timur Celebes

To Loinang (Saluan) Dari Semenanjung Timur Celebes (1930)

oleh Dr. ALB. C. KRUYT

Suku To Loinang (Saluan) adalah suku yang tinggal di bagian timur Pulau Sulawesi, terutama di sepanjang aliran Sungai Lobu; kemudian menyebar juga hingga ke hulu Sungai Bunta. Nama To Saluan terutama digunakan untuk menunjukkan bahasa umum masyarakat ini, Basa Saluan, yang tersebar di bagian  timur semenanjung ini dan hanya dibedakan dalam beberapa dialek seperti Saluan, Balantak dan Loinang. Masyarakat Loinang terdiri dari dua bagian: kelompok pertama disebut marga Lingketeng karena mereka  menganggap desa ini, jika bukan yang tertua, setidaknya paling penting. Kelompok kedua disebut marga Baloa. Etnographi lengkap ini mengurai segala sifat masyarakat ini termasuk politik, perang, agama, peradilan, kekerabatan, bentuk tempat tinggal, dan mata pencarian, dengan perhatian khusus kepada perdukunan dan roh-roh.

Pembaca diundang untuk membandingkan karya rinci ini dengan karya antropolog Swedia Walter Kaudern yang mengunjungi daerah tersebut satu dekade sebelumnya, dan bukunya "Di Pedalaman Sulawesi" (I Celebes Obygder) telah diterjemahkan dan diterbitkan dalam edisi LOBO sebelumnya.

 

Diterbitkan: 2025-12-31
Lihat semua terbitan

 Jurnal ini merupakan sarana publikasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan di bidang antropologi, sosiologi, sejarah dan ilmu-ilmu terkait. Jurnal ini menyajikan artikel hasil penelitian, gagasan konseptual, metode, serta kajian dan aplikasinya tentang Sulawesi Tengah. LOBO ditujukan untuk ilmu pengetahuan sebagai referensi yang dapat di akses oleh kalangan peneliti, mahasiswa, dan khalayak umum.